Deadline 8 April

pesawat hercules-milik-tni-angkatan-udara-mendarat
Hercules TNI AU (Antara)

Kelompok Abu Sayyaf men-deadline Indonesia agar membayar tebusan bagi 10 awak Kapal Brahman 12 yang mereka sandera, 8 April 2016 mendatang. Jika tidak, Abu Sayyaf akan membunuh para sandera.

Seperti dikutip media Filipina, Inquirer, kemarin, ada video yang diposting di akun Facebook teroris Abu Sayyaf yang menyebutkan, bila tebusan 50 juta peso atau Rp 15 miliar itu tak dibayarkan, kelompok itu akan membunuh 10 WNI yang mereka sandera.

Terkait hal itu, Pemerintah Filipina menegaskan, pihaknya menganut no-ransom policy atau tidak akan mengabulkan pembayaran tebusan ke pihak Abu Sayyaf. Sementara itu, para sandera diduga berada di Pulau Jolo, Filipina Selatan. Selama ini, pulau itu memang menjadi salah satu basis Abu Sayyaf. Pulau Jolo berada di gugusan Kepulauan Sulu, kawasan dengan otonomi khusus dan mayoritas penduduknya muslim.

Salah seorang keluarga awak Kapal Brahma 12 yang disandera juga mendapat informasi jika, para sandera ditempatkan di rumah kosong di sebuah pulau. Di sisi lain, Pemerintah Indonesia menegaskan akan memprioritaskan keselamatan para sandera. Hal itu ditegaskan Menteri Luar Negeri Retno Marsudi.

Baik-Baik Saja

Karena itu, Pemerintah Indonesia terus berkoordinasi dengan Pemerintah Filipina. Pihak kepolisian juga masih menunggu izin dari Pemerintah Filipina untuk melakukan tindakan terhadap Abu Sayyaf. ”Kami sedang menunggu koordinasikoordinasi, apakah nanti pemerintah Filipina itu membolehkan kami ikut ke sana atau tidak,” kata Kapolri Jenderal Badrodin Haiti.

Badrodin menjelaskan sebenarnya yang lebih berwenang untuk melakukan pembebasan 10 WNI yang disandera adalah TNI. Apalagi, para WNI disandera di luar negeri. ”Kami sudah ada kesepakatan dengan TNI. TNI yang ke luar wilayah dan yang di wilayah kami. Ini kan adanya di luar wilayah Indonesia, TNI yang koordinasi,” jelas Badrodin.

Jenderal bintang empat itu juga mengungkapkan, telah menerima informasi, para sandera dalam keadaan baik-baik saja. Soal uang tebusan Rp 15 miliyar yang diminta kelompok Abu Sayyaf, Badrodin menuturkan bahwa hal tersebut kewenangan perusahaan yang memperkerjakan para WNI itu. ”Kami tidak bisa (menebus), saya kira tidak bisa masuk dari situ. Itu serahkan saja pada pihak perusahaan,” ungkapnya.

Hal senada diungkapkan Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo. Dia menyatakan terus memantau perkembangan 10 WNI yang disandera kelompok Abu Sayyaf di Filipina. TNI, menurutnya, tidak bisa melakukan tindakan sepihak karena kasus ini melibatkan dua negara. ”Kami terus berkoordinasi.

Apa pun yang mereka (Filipina) perlukan, kami siap!” tandas Gatot. Dia juga mengungkapkan, militer Filipina mengabarkan pihak militer sudah mengetahui lokasi penyanderaan. ”Seperti disampaikan Menteri Luar Negeri, prioritas kita menyelamatkan warga negara. Kemudian sekarang berdasar monitor koordinasi militer Filipina, lokasi ada di Filipina. Mereka sudah tahu tempatnya. Setiap koordinasi, saya menyampaikan apa pun yang diperlukan kami siap. Siap bagaimana pun ini urusan saya,” ujarnya.

TNI memiliki hubungan baik dengan militer Filipina. Dengan demikian, kedua negara akan melakukan koordinasi secara tepat untuk menyelamatkan 10 WNI tersebut. ”Kita kerja sama baik, terbuka, selama ini kita baik,” ujarnya. Seperti diketahui, 10 WNI awak Kapal Brahma 12 yang berlayar dari Banjarmasin ke Batangas, tak jauh dari Manila, Filipina. Brahma 12 menarik kapal ponton Anand 12 yang mengangkut 7.000 ton batubara.

Kapal Brahma 12 kemudian dibajak oleh Kelompok Abu Sayyaf. Pembajakan diduga terjadi pada 26-28 Maret. Para awak kapal disandera sedangkan kapal ditinggalkan pembajak di Tawi-Tawi. Kapal Anand 12 dan 10 ABK yang disandera Kelompok Abu Sayyaf akan dilepaskan, jika pihak terkait membayar tebusan 50 juta peso atau Rp 15 miliar. (dtc,ant-61) *SM*

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s