RI dan Jepang Fokus Kerjasama Maritim

ANT-201604-002061
Destroyer JS Ise Jepang di MNEK 2016 ( defence.pk)

Republik Indonesia (RI) dan Jepang untuk pertama kalinya mengelar pertemuan 2+2 di Tokyo, Jepang dengan menghadirkan mentri luar negeri (menlu) dan menteri pertahanan (menhan) kedua negara.

Pertemuan itu bersejarah karena baru pertama kali digelar sebagai mandat dari pertemuan Presiden Joko Widodo dan Perdana Menteri (PM) Shinzo Abe saat kunjungan kenegaraan ke Tokyo pada 23 Maret 2015.

“Sebagai dua negara maritim, fokus pembahasan forum 2+2 pertama ini tertuju pada upaya meningkatkan kerja sama maritim,” kata Menteri Luar Negeri Retno Marsudi lewat siaran pers di Jakarta, Kamis (17/12).

Retno mengatakan, forum 2+2 antara Indonesia dan Jepang merupakan satu-satunya pertemuan 2+2 yang dilakukan Jepang dengan negara ASEAN. Secara khusus, Retno mengusulkan kepada Jepang agar forum 2+2 RI-Jepang dapat merealisasikan kontribusi konkrit Jepang dan Indonesia terhadap implementasi East Asia Summit (EAS) Statement on Regional Maritime Cooperation seperti pembangunan ekonomi maritim yang berkelanjutan, kemajuan perdamaian, stabilitas dan keamanan di kawasan.

Selain itu, kedua negara diharapkan bekerja sama mengatasi tantangan kejahatan lintas batas terutama penangkapan ikan ilegal (IUU Fishing), meningkatkan konektivitas maritim, dan memajuan kerja sama institusi riset maritim.

“Pertemuan 2+2 terlaksana setelah disepakatinya strategic partnership pada tahun 2006 sekaligus menunjukkan semakin kuatnya hubungan strategis Indonesia-Jepang,” ucap Menlu Retno.

Hadir dalam pertemuan 2+2 RI-Jepang adalah Menlu Retno dan Menhan Ryamizard Ryacudu, sedangkan dari pihak Jepang adalah Menlu Jepang Fumio Kishida dan Menhan Jepang Gen Nakatami.

Pertemuan itu juga membahas peran Indonesia sebagai ketua Indian Ocean Rim Association (IORA) dalam upaya memperkuat arsitektur regional di Samudra Hindia. Jepang sebagai peninjau pada IORA juga memberikan dukungan kepada Indonesia untuk membentuk IORA Concord.

Terkait kerja sama maritim, kedua Menlu sepakat untuk segera melaksanakan forum maritim Indonesia-Jepang. Selain itu kedua Menteri juga sepakati fasilitas bebas visa kunjungan singkat bagi pemegang paspor diplomatik dan dinas.

Dalam pertemuan, Indonesia dan Jepang juga melakukan pembahasan tentang tantangan ekstrimisme dan terorisme. Keempat Menteri sepakat akan pentingnya meningkatkan kerja sama bilateral dalam menanggulangi ekstrimisme dan terorisme.

Terkait keamanan kawasan termasuk di Laut Cina Selatan dan Laut Cina Timur, pertemuan menegaskan bahwa semua negara di kawasan harus berkontribusi dalam mengurangi tensi dan menghormati hukum internasional. Negara pengklaim juga perlu meyelesaikan perselisihan melalui dialog dan negosiasi yang konstruktif serta damai.

Menlu RI dan Menlu Jepang mengawali pertemuan 2+2 dengan melakukan pertemuan bilateral. Jepang adalah salah satu mitra dagang terbesar Indonesia, dengan nilai perdagangan mencapai $ 40,17 milyar (2014). Investasi Jepang merupakan ketiga terbesar di Indonesia mencapai $ 2,70 milyar (2014). Kedua negara juga terus tingkatkan people-to-people contact dimana Jepang telah memberikan bebas visa kepada WNI pemegang e-passport. *beritasatu*

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s