Anggaran Alutsista Perlu Skala Prioritas

jokowi-di-kri-banjarmasin-lci
Presiden Joko Widodo menyaksikan Armada Jaya 2016. (defence.pk)

Presiden Joko Widodo turut menyaksikan gelar puncak latihan tempur TNI AL Armada Jaya XXXIV tahun 2016 di Puslatpur Marinir Baluran, Situbondo, Jawa Timur, kemarin.

Presiden pun menekankan, pentingnya rutinitas latihan untuk meningkatkan profesionalisme dan kemampuan senjata.

“Latihan-latihan seperti ini akan terus kita lakukan dalam rangka meng-update, memperbaiki latihan-latihan yang disesuaikan dengan senjata-senjata strategis yang kita miliki, akan terus dilakukan secara rutin,” kata Presiden yang didampingi Panglima TNI Jenderal TNI Gatot Nurmantyo dan Kepala Staf AL, Laksamana Ade Supandi.

Secara taktis dan strategis, ia menilai latihan tempur TNI AL ini telah mampu memperlihatkan pentahapan suatu operasi pertempuran, pendaratan, dan penguasaan wilayah.

“Kalau kemarin kita lihat pertempuran di laut dan kita lihat tadi pagi pendaratan ampibi di pantai dan ini pertempuran di darat oleh marinir, sudah kita lihat tahapan-tahapan bagaimana menguasai sebuah wilayah,” papar  Jokowi.

Lebih lanjut menyikapi efisiensi anggaran dan alutsista TNI, Jokowi mengatakan bahwa diperlukan penentuan skala prioritas, terutama program yang dapat memberi efek strategis.

“Ini kan ada prioritas dan pemotongan anggaran seperti yang sudah saya keluarkan lewat Inpres agar untuk hal-hal yang tidak perlu dan tidak memberikan efek kepada apapun. Kita lihat kegunaannya, semua itu masih dalam kajian di KKIP dan dikalkulasi oleh Panglima TNI, saya kira itu masih proses,” terangnya.

Usai menyaksikan operasi pendaratan amfibi, Jokowi berlanjut di titik peninjauan T.12 untuk menyaksikan manuver pasukan Marinir beserta alutsistanya dalam operasi darat lanjutan. Aksi serbuan pasukan pendarat (Marinir) dalam penyelesaian sasaran dengan mengerahkan seluruh kemampuan tempur berupa prajurit, kendaraan tempur dan kesenjataan secara sinergis dalam rangka merebut sasaran dan menghancurkan musuh.

Latihan Armada Jaya XXXIV tahun 2016 melibatkan lebih dari 7 ribu prajurit TNI AL dan 39 kapal perang (KRI) berbagai jenis yang meliputi kapal selam, perusak kawal rudal, kapal cepat rudal, perusak kawal, angkut tank, buru ranjau, kapal tanker dan kapal bantu tunda.

Selain itu juga terdapat delapan unit pesawat udara dan kesenjataan Korps Marinir yaitu Howitzer 105 MM, RM-70 Grad, MLRS Vampire, BMP-3F, LVT-7A1, BTR-50, Kapa K-61, BVP-2, perahu karet beserta motor tempelnya dan kesenjataan bantuan infanteri. *RMOL*

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s