Bagaimana Kapal Selam Type 209 Lolos dari Kepungan Royal Navy dalam Perang Falkland? (II)

ara-san-luis-s-32-taringa-net
ARA San Luis (S-32). (taringa.net)

Pada tanggal 1 Mei, sonar pasif San Luis ini mendeteksi HMS Brilliant dan Yarmouth, keduanya adalah fregat khusus anti kapal selam. Azcueta meluncurkan torpedo SST-4 pada kisaran sembilan kilometer, tapi tak lama setelah peluncuran, guidance wire pada terpedo terputus. Azcueta dengan cepat menurunkan kapal selam untuk bersembunyi di dasar laut.

Brilliant mendeteksi serangan itu, dua fregat dan helikopter mereka pergi untuk mengejar dari wilayah potensial yang terdeteksi sonar. Kemudian meluncurkan 30 bom kedalaman dan banyak torpedo, kapal Inggris berhasil meledakkan beberapa Paus untuk usaha mereka.

Hari berikutnya, kapal selam Inggris Conqueror mentorpedo kapal penjelajah Argentina General Belgrano, yang tenggelam bersama dengan 323 anggota awaknya. Seluruh armada permukaan Argentina kemudian mundur ke perairan pesisir, meninggalkan San Luis, satu-satunya kapal Argentina yang menantang pasukan Inggris.

ara-general-belgrano-underway-wikipedia
Kapal penjelajah Argentina General Belgrano. (wikipedia)

Kapal dan helikopter Inggris mulai melaporkan kontak sonar dan penampakan periskop di mana-mana, dan meluncurkan sembilan torpedo ke San Luis tetapi tidak mengenai kapal selam.

Kru San Luis pada tanggal 8 Mei berpikir mereka sedang ditembaki oleh kapal selam Inggris yang kemudian mengambil manuver mengelak, kapal meluncurkan torpedo Mark 37. Torpedo meledak dan kontak hilang. Kemungkinan ini adalah paus.

Dua hari kemudian, San Luis mendeteksi fregat anti kapal selam Type 21 HMS Arrow dan Alacrity di bagian utara Falkland Sound. Disembunyikan oleh kebisingan yang dihasilkan oleh frigat yang bergerak cepat, San Luis merayap dalam jarak lima kilometer dari Alacrity, kemudian menembakkan torpedo SST-4 dan menyiapkan peluncuran kedua.

Panduan wire SST-4 kembali terputus. Namun, beberapa laporan menyatakan torpedo benar-benar menghantam sebuah umpan yang yang dilepas oleh HMS Arrow, namun gagal meledak. Azcueta menyerah dan tidak menembakkan torpedo kedua serta memerintahkan kepada San Luis untuk melepaskan diri untuk menghindari serangan balasan.

Namun, kapal-kapal Inggris terus melaju, menyadari serangan itu. Kapten Alacrity bahkan tidak belajar dari the close call until after the war!

Demoralisasi, Azcueta lewat radio melapor ke markas bahwa torpedo tidak berguna, dan ia mendapat izin untuk kembali ke pangkalan, yang akhirnya tiba pada 19 Mei. Garnisun Argentina menyerah pada 14 Juni sebelum San Luis bisa kembali ditugaskan ke laut. Lima belas tahun kemudian, San Luis menjadi salah satu dari tiga kapal selam Type 209 yang akan dinonaktifkan setelah perbaikan lengkap. Setelah lima puluh sembilan tahun melayani berbagai misi angkatan laut.

ara-san-luis-s-32-wikipedia
ARA San Luis (S-32). (wikipedia)

Apa yang salah dengan torpedo San Luis? Ada setengah lusin penjelasan, mulai dari kesalahan kru dan masalah teknis. Produsen AEG pertama mengklaim torpedo diluncurkan dari jarak yang terlalu jauh, dan tanpa kontak sonar aktif. Klaim lain adalah bahwa awak Argentina membuat kesalahan dalam men-setting magnetic polarity di torpedo yang menyebabkan terpedo meluncur tanpa tujuan. Namun, ada juga bukti bahwa torpedo gagal untuk dipersenjatai hulu ledak dan tidak bisa menjaga kedalaman. AEG akhirnya melakukan berbagai upgrade ke torpedo setelah konflik Falkland.

San Luis bukan sebuah kapal selam super dan tidak memiliki kru yang super. Namun, dengan seorang komandan yang kompeten yang menggunakan taktik biasa, masih berhasil melepaskan diri dari kepungan sekitar selusin fregat anti kapal selam dari salah satu angkatan laut paling mampu di dunia.

San Luis mungkin dengan mudah menenggelamkan beberapa kapal perang jika memiliki torpedo yang dapat difungsikan sebagaimana mestinya.

Sebagian kapal perang Royal Navy harus melepaskan ratusan amunisi mahal saat melawan kapal selam dan mengirim 2.253 sorti helikopter untuk mengejar dengan kontak maupun tanpa mendeteksi keberadaan San Luis, dimana pada sebuah kesempatan masuk dalam jangkauan tembak.

Perang terhadap kapal selam yang sebenarnya telah terjadi, untungnya, sangat jarang sejak Perang Dunia II. Pengalaman Falkland menunjukkan bahwa kapal selam diesel murah bisa sangat sulit untuk dilawan bahkan ketika menghadapi musuh yang terlatih dan lengkap.

Penulis :

Sébastien Roblin memegang Gelar Master di Conflict Resolution dari Universitas Georgetown dan menjabat sebagai pengajar di sebuah universitas untuk Korps Perdamaian di Cina. Dia juga bekerja di bidang pendidikan, mengedit, dan refugee resettlement di Perancis dan Amerika Serikat. Saat ini, dia juga menulis tentang keamanan dan sejarah militer untuk War Is Boring.

One thought on “Bagaimana Kapal Selam Type 209 Lolos dari Kepungan Royal Navy dalam Perang Falkland? (II)”

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s