Tentang T-50i Golden Eagle TNI AU

t-50-i-28
T-50i Golden Eagle TNI AU (TNI AU/ istimewa)

TNI AU diperkuat oleh salah satu pesawat tempur taktis T-50i Golden Eagle sejak tahun 2012. Golden Eagle yang bermarkas di Skadron Udara 15 ini hadir sebagai pengganti Hawk MK.53. Hawk MK.53 merupakan jet tempur latih lanjut yang telah mengabdi selama 35 tahun, hingga akhirnya pensiun pada tahun 2015. MK.53 juga berperan sebagai pesawat tempur taktis.

T-50 Golden Eagle adalah pesawat tempur buatan Korea Selatan yang terbang perdana pada tahun 2002 dan mulai diproduksi pada tahun 2005. Program Golden Eagle merupakan program untuk menggantikan pesawat-pesawat latih yang dipakai oleh AU Korea dan didesain sebagai pesawat tempur serang ringan. Dalam pembangunannya, Korean Aerospace Industries (KAI) menjalin kerjasama dengan Lokheed Martin. Isu yang banyak beredar, kode penamaan T-50i juga berasal dari Amerika Serikat untuk menghindari konflik dikemudian hari.

t-50-i-29
T-50i Golden Eagle TNI AU (TNI AU/ istimewa)

Saat ini tercatat ada empat negara pengguna T-50 Golden Eagle dengan varian yang berbeda-beda. Pesanan Indonesia sendiri merupakan T-50 versi latih lanjut (advance trainer). Dengan panjang badan mencapai 13 m dan diawaki oleh dua penerbang, jet tempur ini ditenagai oleh mesin General Electric F404-FE-102.

Golden Eagle dibekali sistem fly by wire dengan kontrol terbang digital secara penuh. Desain jet tempur sendiri sekilas mirip F-16, namun dengan ukuran yang lebih kecil dan dilengkapi dengan dua buah air-intake.

Golden Eagle semakin mirip dengan F-16 dengan sistem kontrol yang menggunakan sistem HOTAS (Hand-On Throttle and Stick), sama seperti yang digunakan ‘kakaknya’ itu. Selain itu, pesawat ini juga dibekali perekam video yang berguna untuk merekam aktivitas penerbangan. Pada beberapa varian, T-50i juga mampu dijejali beberapa armament yang mendukung operasional tempur dan dilengkapi dengan radar multinode.

t-50i-dispenau-skatek-tni-au
T-50i Golden Eagle TNI AU (TNI AU)

Indonesia sendiri saat ini telah diperkuat oleh 16 unit T-50i. Terdapat dua variasi warna yang digunakan, yaitu cammo dan warna biru-kuning khas tim aerobatik Elang Biru F-16 Fighting Falcon yang pernah berjaya di era 1990-an.

Satu unit T-50i Golden Eagle mengalami kecelakaan saat melakukan atraksi udara di Yogyakarta tanggal 21 Desember 2015 lalu. Kecelakaan itu mengakibatkan gugurnya dua penerbang TNI AU Letkol Marda Sarjono dan Kapten Dwi Cahyadi.

Jet tempur yang masuk jajaran keluarga besar TNI-AU ini dikirim dengan ferry flight dari Sacheon, Korsel ke Lanud Iswahyudi, Madiun dengan tiga kali transit di beberapa kota. Total jarak yang ditempuh sekitar 5484 km.

Sumber : Angkasa

Editor : (D.E.S)

2 thoughts on “Tentang T-50i Golden Eagle TNI AU”

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s