Ambisi PT PAL di Tahun 2018

Awal pekan ini, kepala perusahaan pembuat kapal milik negara PT PAL Budiman Saleh memetakan beberapa tujuan ambisius untuk perusahaan tersebut pada 2018, yang dipublikasikan secara luas di media lokal. Meskipun komentarnya mencerminkan keinginan Indonesia untuk memajukan ambisi pembuatan kapal di negara tersebut dalam beberapa tahun ke depan, mereka juga mendustakan tantangan signifikan yang perlu ditangani jika ambisi ini direalisasikan.

Seperti yang telah saya catat sebelumnya, Presiden Indonesia Joko “Jokowi” Widodo telah memberi sinyal sejak awal berkuasa pada bulan November 2014, tentang keinginannya untuk mendorong industri perkapalan dalam negeri sebagai bagian dari upaya yang lebih luas untuk memperkuat kemampuan maritim di negara tersebut dan juga untuk merevolusi industri pertahanan dalam negeri.

PT PAL telah menjadi bagian utama dari upaya ini, yang mencakup tidak hanya melayani militer Indonesia namun juga menargetkan peluang ekspor di Asia Tenggara dan sekitarnya.

Namun, seperti yang telah saya catat sebelumnya, terlepas dari beberapa keberhasilan awal, PT PAL telah menghadapi berbagai masalah terkait dengan tantangan yang lebih luas bagi industri perkapalan Indonesia, dari tingkat keahlian dan teknologi yang relatif rendah, korupsi hingga kapasitas produksi rendah.

Tahun lalu, PT PAL diguncang oleh tuduhan penyuapan terkait dengan penjualan Kapal Sealift Strategis (SSV) ke Filipina. Ini merupakan perkembangan yang signifikan karena merupakan ekspor perdana kapal perang buatan lokal.

Pada hari Senin, setelah berkonsultasi dengan Wakil Presiden Jusuf Kalla di Jakarta, Saleh mengatakan bahwa PT PAL mengharapkan pertumbuhan pendapatan yang signifikan untuk tahun 2018. Dia mengatakan kepada kantor berita negara Antara bahwa setelah “masa sulit” pada tahun 2016, dengan pendapatan terakhir tahun dua kali lipat menjadi 1,2 triliun rupiah (sekitar $ 96 juta), dia berharap pada 2018 pendapatan bisa dua kali lipat sekali lagi menjadi 2,4 triliun rupiah. Pendapatan ini akan diperoleh PT PAL dari hasil kerja yang dilakukan untuk militer Indonesia, kata Saleh.

Pekerjaan pada tahun 2018 diharapkan mencakup konstruksi kapal Angkatan Laut Indonesia yaitu kapal selam, landing platform dock, dan empat kapal peluru kendali rudal KCR-60 tambahan menyusul tiga yang telah dihasilkannya, selain perbaikan dan pemeliharaan rutin lainnya.

Tapi Saleh juga menunjukkan bahwa sebagian besar dari kenaikan pendapatan yang diproyeksikan ini bisa jadi ekspor.

Seperti yang telah dia katakan selama beberapa bulan terakhir, Saleh mengatakan bahwa mengingat Indonesia telah memiliki beberapa keberhasilan dalam pengiriman ke negara-negara Asia Tenggara seperti Filipina dan Malaysia, pada 2018 akan melihat pasar ke negara-negara berkembang lainnya, termasuk negara-negara Afrika seperti Senegal, Kongo, Burkina Faso, dan Guinea Bissau.

Meskipun ia tidak spesifik dalam hal jumlah kapal baru yang bisa berada di dalam pipeline, komentarnya yang dilaporkan di media lokal menunjukkan bahwa setidaknya tujuh proyek akan diputuskan pada tahun 2018 – empat untuk domestik, tiga untuk ekspor ke Malaysia dan Thailand, bersama dengan jumlah yang tidak ditentukan untuk negara-negara Afrika.

Dia juga mengatakan bahwa nilai kontrak baru yang ditargetkan pada 2018 adalah sekitar 4 triliun rupiah, yang jika ditambahkan ke carry over kontrak dari 2017 sebesar 3 triliun rupiah, akan menambah sekitar 7 triliun rupiah.

Meskipun target ini sesuai harapan dan merupakan keuntungan bagi ambisi pembuatan kapal di Indonesia pada tahun 2018, pertanyaan utamanya adalah apakah mereka dapat tercapai atau tidak.

Pejabat Indonesia, termasuk Kalla dan Saleh, telah berbicara mengenai tantangan signifikan yang dihadapi negara ini serta serangkaian langkah yang diperlukan untuk mewujudkan potensi sebenarnya, termasuk berinvestasi pada tenaga kerja terampil, menurunkan harga, dan meningkatkan kualitas dan waktu pengiriman.

Seiring kita mendengar lebih banyak tentang prospek baru di dunia ini, penting untuk mengingat isu-isu lama yang terus berlanjut ini.

Penulis : Prashanth Parameswaran (Diplomat tanggal 25 Januari 2018)

Photo : PKR SIGMA 10514 RE Martadinata 331 24 (Damen)

Editor : (D.E.S)

Advertisements

2 thoughts on “Ambisi PT PAL di Tahun 2018”

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s